Catatan Bung Nigara
Bukan di Esko, Tapi di Lingkup Sepakbola
Published
2 days agoon
By
Redaksi
“BUKAN, Bukan di Esekutif PSSI sekarang. Tapi, di lingkup sepakbola nasional!”
Atas nama pribadi, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada para anggota Esko PSSI saat ini.
Hal ini perlu saya tegaskan, terkait tayangan Ordal di Garudatv, Selasa (30/12/25) yang dipandu oleh Effendy Gazali dan Iwel Sastra. Ini adalah tayangan kedua Ordal yang ingin membedah sepakbola nasional dan diberi judul KLB (Kalian Lakukan yang Benar).
Ordal dengan tujuh nara sumber dari berbagai disiplin pengetahuan. Dua di antaranya wartawan senior dengan pengalaman liputan lebih dari 30 tahun di lingkup sepakbola nasional, saya dan sahabat saya Yesayas Oktovianus (Kompas).
Dalam dialog buka-bukaan terkait politik uang dalam pemilihan Ketua Umum PSSI, maka terjadilah dialog tentang hal itu. EG sendiri mengatakan bahwa dia mengetahui adanya money politic, karena temannya yang ikut membagikan.

Lalu, Bung Yes, begitu sapaan Yesayas, menyebut jumlah. Dua kali gagal jadi esko dalam dua masa pemilihan Ketum. Pertama di era Ibul dan kedua saat Eto menang.
Sementara saya mengalami langsung. “Bukan, bukan di masa yang sekarang, tapi di era yang lalu,” tukas saya.
EG langsung menimpali: “Ooo ini untuk keamanan. Jadi, yang senior saya katakan ini kisah masa lalu. Ya supaya amanlah,” katanya.
Lalu saya menambahkan, saat Sumaryoto ingin maju menjadi ketum. “Saya adalah ketua tim. Saat itu, saya ke toilet di HI,” tutur saya. “Di situlah saya menyaksikan transaksi terjadi. Ya, terjadi tawar-menawar dan deal-dealan, ” lanjut saya.
Malamnya setelah Sumaryoto kalah, catatan hampir enam bulan, saya dampingi Mas Mar, sapaan akrabnya keliling Indonesia. Mas Mar dan Kang Nugraha, keduanya saat sudah almarhum, semoga Allah ampuni seluruh khilaf keduanya, melakukan pendekatan.
“Jika akhirnya Mas Mar tidak terpilih, itu artinya Mas telah diselamatkan oleh Allah,” kata saya sesaat ada kiriman uang yang di masa itu sangat banyak. “Tapi, kalo Mas mau gunakan uang ini, saya yang pertama akan menuliskannya di media, lanjut saya. Alhamdulillah, uang itu tidak jadi digunakan.

Begitu serunya, saya menambahkan orangnya saat ini ada di esko. Nah, terkait hal itu, saya mohon maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh esko PSSI saat ini, karena maksud saya yang sesungguhnya bukan di esko, tapi di lingkup sepakbola nasional.
Sungguh, saya tak bermaksud menuduh esko PSSI yang saat ini. Misalnya pun ada, misal kan lho ya, mereka pasti akan diminta pertanggung jawabannya oleh Allah kelak.
Saya mengutip satu ayat Quran:
“Janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan batil, dan (janganlah) kamu membawa (urusan) harta itu kepada hakim supaya kamu dapat memakan sebagian dari harta orang lain itu dengan (jalan berbuat) dosa, padahal kamu mengetahui,” (Al-Baqarah ayat 188).
Dan satu hadist dari Abdullah bin Amr, ia berkata bahwa “Rasulullah SAW melaknat orang yang melakukan penyuapan dan yang menerima suap,” (HR Tirmidzi, Abu Dawud, Ibnu Majah, dan Ahmad).
Otokritik yang kami lakukan tidak juga bermaksud memojokkan PSSI, tapi semua adalah bukti kecintaan dan kepedulian kami, serta untuk kemajuan sepakbola itu sendiri.
Malah Presiden Prabowo Subianto menegaskan dirinya tidak anti kritik. Sebagaimana diturunkan di Metrotv:
Prabowo menyinggung para pengkritik yang hobi melontarkan kritik terhadap pemerintah, khususnya terkait penanggulangan dampak pascabencana. Kepala Negara menegaskan tidak anti terhadap kritik yang dilayangkan.

“Hal-hal yang nyinyir-nyinyir kita anggap sebagai katakan lah peringatan bagi kita, tapi kita tidak boleh mempengaruhi,” kata Presiden Prabowo di Aceh Tamiang, Kamis, 1 Januari 2025.
Semoga PSSI terus berjalan meski gempuran kritik akan terus pula berdatangan….
M. Nigara
Wartawan Sepakbola Senior



PSSI Tunjuk John Herdman Jadi Pelatih Timnas

Bukan di Esko, Tapi di Lingkup Sepakbola

Pelatih Timnas Dave Singleton Puas dengan Performa Skuad Usai Uji Coba di Bogor

In Memoriam Ronny Paslah – Selamat Jalan Bang Amray

Saatnya Kita Dukung Timnas U17


