Connect with us

Catatan Bung Nigara

Catatan Sepakbola – “Alhamdulillah, Nova Siap!”

Published

on

Selamat pagi pak 🙏
Izin pak Niagara saya tidak pernah menolak menjadi asisten Pelatih dari coach Jhon karena pastinya itu menjadi pembelajaran yang baik dalam karir melatih saya kedepan dan saya menyerahkan sepenuhnya untuk keputusan Asisten coach John tetapi saya selalu siap untuk apapun yang diputuskan nantinya 🙏

ALHAMDULILLAH. Begitu, jawaban saya ke Nova Arianto, Pelatih muda yang sukses membawa tim nasional Under 17. Hal ini terkait dengan hasil wawancara yang dipandu Ken Ane di Apa Kabar Indonesia Malam (AKIM) tvone, Ahad (11/1/26).

Inti pembahasan itu mengenai siapa calon pendamping John Herdman, pelatih asal Inggris yang sukses membawa timnas Selandia Baru Putri dan timnas Kanada Putra Putri tampil di Olimpiade serta Piala Dunia

Ada beberapa nama yang muncul sebagai kandidat, satu di antaranya Nova. Sebagai wartawan sepakbola senior, catatan: Saya sudah meliput dan bersahabat dengan pelatih PSIS Semarang, Tunas Inti, dan Tim Nasional 1985- pensiun, Sartono Anwar, ayah dari Nova.

Nova sendiri saya ikuti sejak mulai merumput. Hebatnya, ia sama sekali tak pernah mengkaitkan kariernya dengan sang ayah. Artinya, nama besar Sang Ayah hanya mengaliri darahnya, tidak sama sekali dijadikan tameng.

Advertisement

Menjawab pertanyaan Ken Ane, saya tegas menjawab: “Kalau saya boleh memilih, maka Nova pilihan saya! Namun dari Peri Sandria (mantan pemain nasional dan pernah bermain bersama Nova dan malam itu juga menjadi nara sumber AKIM, tvone) kabarnya Nova mau mundur,” tukas saya.

Sayang, masih kata saya pada Ken Ane, kalau Nova mundur. Ini kesempatan terbaik untuk Nova atau empat kandidat lain. Menjadi asisten pelatih sekelas John Herdman adalah penting untuk menambah ilmu dan meningkatkan kualitas sebagai pelatih.

Di samping itu, Nova telah membuktikan diri mampu menyerap dan menerapkan ilmu Shin Tae-yong. Itu sebabnya ia mampu membawa timnas U17 ke Piala Dunia, 2 kali kalah dari Zambia 1-3 dan Brasil 0-4, dan sekali menang atas Honduras 2-1.

Nah, jika apa yang dirumorkan Peri Sandria tidak tepat, catatan: Peri Sandria juga lebih memilih Nova, karena dinilai sangat tegas serta cukup berani untuk berdiskusi dengan STY. Ya, asisten pelatih memang harus berani menyampaikan hal-hal yang tidak diketahui atau luput dari perhatian pelatih kepala, selesai sudah.

Jujur, saya akan sangat senang dan ada optimisme yang tinggi untuk John Herdman jika Nova terpilih sebagai asistennya. Herdman terbilang pelatih yang sangat keras tapi juga humoris. Nova pun tak berbeda jauh, meski agak kurang humorisnya berbeda dengan sang ayah Sartono yang suka sekali bercanda.

Semua berpulang pada PSSI, Badan Tim Nasional. Mudah-mudahan pandangannya tidak berbeda dengan saya dan Peri Sandria.

Advertisement

Bravo sepakbola Indonesia….

M. Nigara
Wartawan Sepakbola Senior